Kebangkitan sebuah bangsa bukan berawal dari ekonominya, tapi kebangkitan sebuah bangsa di mulai dari penggalian terus menerus terhadap pemikiran dan ide-ide generasi mudanya. Banyak artikel dan catatan-catatan sejarah yang telah berbicara bahwa generasi muda mempunyai andil besar dalam perjalanan sebuah bangsa. Dahulu, kini dan nanti itu berbeda sama halnya dengan potret generasi muda yang dahulu sering dieluh-eluhkan sebagai agen perubahan serta agen pengontrol, keadaannya sudah sangat berbeda sekali sekarang. Korban sistem kapitalis di setiap obrolan mereka. Generasi muda yang seharusnya berdampingan dengan wawasan ilmu pengetahuan.
Mahasiswa adalah suatu golongan istimewa yang keadaannya berada di tengah-tengah masyarakat. Mahasiswa ya mahasiswa, kalian adalah golongan kaum intelektual. Kini, idealisme menjadi barang langka yang sulit ditemukan di kalangan mahasiswa. Hanya segelintir mahasiswa yang tersisa, yang masih memegang teguh idealismenya. Mereka yang mau menyumbangkan waktunya untuk menggali pemikiran dan ide-ide melalui organisasi. Mereka yang tanpa tentara mau berperang melawan diktator. Mereka yang tahu bahwa menyuarakan suara rakyat itu sulit. Ini bukan soal pembelajaran berdemonstrasi, kita ini adalah generasi muda jangan sampai kita terbungkam bahkan dibungkam apalagi sebagai seorang mahasiswa karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.
Ironis memang ketika mahasiswa dijadikan produk oleh kampus sebagai mesin – mesin siap pakai, mahasiswa masih termindset bahwa kuliah itu hanya sebatas belajar agar mendapatkan IPK yang tinggi sehingga dapat dipergunakan untuk bersaing di dunia kerja. Kalau ini terus berlanjut, perubahan apa yang akan dibawa untuk bangsa Indonesia seandainya paradigma berpikir mahasiswa hanya sebatas itu? Apakah kalian mau hanya dijadikan sebagai buruh kapitalis untuk mengejar keuntungan semata?
Kita merindukan sosok mahasiswa seperti Soe Hok Gie, sebagai lonceng peringatan kaum generasi-generasi bangsa yang melenceng dari garis-garisnya. Mental apatis terhadap isu isu sosial dan politik, sikap apatis terhadap rakyat yang sengsara. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mimpi Soe Hok Gie yang terbesar, yang ingin dia laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi ‘manusia manusia yang biasa’. Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia.
Sesuatu yang berharga yang dimiliki seorang mahasiswa adalah idealisme. Jangan sampai menjadi kaum intelektual yang terus berdiam dalam keadaan yang rusak, itu sama saja dengan melunturkan semua kemanusiaannya. Mahasiswa harus kritis dan peka terhadap kondisi bangsanya. Mahasiswa yang mau sejenak melepaskan kepentingan pribadinya. Mahasiswa yang sadar negeri ini masih dijajah oleh mereka yang suka melayangkan diplomasi. Mahasiswa yang tanpa intervensi dari pihak mana pun mau bersatu. Mahasiswa yang akan membawa perubahan bangsanya ke arah yang lebih baik. HIDUP MAHASISWA INDONESIA !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar